Selasa, 29 Juli 2014         PDII LIPI       LIPI       Halaman Depan »

» ISSN ONLINE kontak kami »

Nomor ISSN yang telah diterbitkan :

» Kata kunci : tahun permohonan  
Pisahkan kata kunci dengan spasi. Untuk melihat daftar ISSN lengkap, klik tombol CARI tanpa menuliskan kata kunci apapun... halaman sebelumnya »

Nomor ID : 1280758386
Tanggal permohonan : Senin, 2 Agustus 2010
Nama terbitan : EFEKTIF Jurnal Bisnis dan Ekonomi
Sinopsis : 1. Peta Potensi Ekonomi Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah (UMKM) Di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta Oleh: Ridwan Staf Pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Janabadra Penelitian ini dilaksanakan untuk mengenal dan memahami perkembangan UMKM di Kabupaten Kulon Progo Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang menyangkut profil, peluang, potensi dan kemampuan kewirausahaan UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM di Kabupaten Kulon Progo sebagian besar berada pada sektor industri pengolahan, disusul sektor perdagangan dan pertanian Sedangkan daya serap UMKM atas angkatan kerja cukup besar bila dibandingkan dengan industri besar dan industri sedang. Namun demikian, daya serap tenaga kerja UMKM bila dilihat per unit usaha jauh lebih rendah (3 orang per unit usaha) bila dibandingkan dengan daya serap industri sedang dan besar yakni 121 orang per unit usaha. Aspek kemampuan manajerial dan kewirausahaan pengusaha UMKM di Kabupaten Kulon Progo sudah termasuk kategori baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebahagian besar pengusaha UMKM sudah berorientasi pada pasar dan mengutamakan kualitas produksinya 2. Faktor –Faktor Yang Mempengaruhi Terjalinnya Pemasaran Relasional Pada Konsumen Bisnis Eceran Modern (Studi Pada Konsumen Progo Swalayan) Oleh: Kinorika Dewi Staf Pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Janabadra Konsep pemasaran relasional bertujuan untuk mempertahankan pelanggan dengan menciptakan superior customer value (SCV) sehingga konsumen akan loyal terhadap perusahaan sehingga pada akhirnya mereka tidak akan pindah ke perusahaan pesaing. Agar pemasaran relasional dapat terjalin maka perusahaan harus memandang konsumen sebagai mitra bisnis dimana kedua belah pihak bisa eksis dalam jangka panjang yang sifatnya saling menguntungkan. Faktor-faktor yang membentuk terjalinnya pemasaran relasional menjadi urgent untuk dipelajari. Teori Sheth dan Parvatiyar (1995) menyatakan bahwa pemasaran relasional dipengaruhi oleh variabel-variabel psychological (personal) motives, sociological motives, dan institutional motives.. Dengan responden sebanyak 115 dan analisis regresi berganda sebagai metode analisis data maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam menjalin hubungan relasional pada bisnis eceran modern berdasarkan teori yang dikemukan oleh Sheth dan Parvatiyar (1995). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel psychological (personal) motives tidak berpengaruh terhadap pemasaran relasional 3. Analisis Kinerja keuangan Dan Pertumbuhan Ekonomi Sebelum Dan Sesudah Diberlakukannya Otonomi Daerah Di Kabupaten Kulon Progo Oleh : Andreas Ronald dan Dwi Sarmiyatiningsih Staf Pengajar dan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Janabadra Dampak Otonomi Daerah pada kinerja keuangan dan pertumbuhan ekonomi suatu daerah sangat signifikan. Penelitian ini menganalisis dampak diberlakukannya Otonomi Daerah terhadap kinerja keuangan dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kulon Progo. Data yang dianalisis adalah data keuangan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo tahun anggaran 1996 sampai dengan 2008, data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Konstan yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Alat analisis data menggunakan Deskriptif dan time series. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa sesudah diberlakukannya Otonomi Daerah, rasio efisiensi belanja cenderung menurun, artinya Belanja Daerah cenderung efisien sehingga pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan meskipun dalam angka yang relatif kecil. Pertumbuhan ekonomi yang meningkat menciptakan potensi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD), sehingga apabila penggalian potensi PAD dan penentuan target PAD dapat dilakukan dengan benar dan efektif, maka perlahan namun pasti kemandirian Keuangan Daerah akan terbangun . 4. Persepsi Wisatawan Mancanegara Terhadap Mutu Produk Wisata Di Kabupten Bantul Oleh : Cahya Purnomo Staf pengajar Akademi Maritim Yogyakarta Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa positif persepsi penilaian wisatawan mancanegara terhadap kualitas produk wiasata di kabupaten Bantul sesuai dengan harapan masing-masing individu wisatawan. Sampel diambil secara accidental, diantara 250 orang, 83 orang yang mengunjungi obyek wisata pantai Parangtritis dan 167 orang pengunjung di makam raja-raja di Imogiri.Alat analisis data menggunakan test hipotesis Chi Square, contingency and correlation coefficient Pearson’s product moment. Hasil Penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan berdasarkan gender maupun tingkat pendidikan para wisatawan manacanegara tersebut. Pengalaman para wisatawan dalam kunjungan ke obyek wisata di beberapa Negara waktu sebelumnya juga berpengaruh terhadap persepsi kepuasan mereka. 5. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Struktur Modal (Studi Kasus Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia) Oleh : Titop Dwiwinarno Staf Pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Janabadra Struktur modal merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting untuk dipertimbangkan oleh perusahaan dalam memenuhi kebutuhan modalnya. Untuk itu perlu diperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap struktur modal perusahaan. Faktor yang mempengaruhi yang diteliti meliputi struktur aktiva, tingkat penjualan, suku bunga , inflasi, profitabilitas, deviden payout. Penelitian ini dilakukan terhadap perusahaan manufaktur yang tercatat dalam bursa efek Indonesia tahun 2005- 2007. Metode pengolah data yang digunakan adalah regresi berganda. Hasil olahan data terhadap 6 variabel setelah diuji asumsi klasik menunjukkan bahwa antara suku bunga dan inflasi terjadi multikolinieritas maka hanya digunakan variabel suku bunga. Hasil uji asumsi klasik lainnya adalah gejala heteroscedastisitas pada variabel profitabilitas, namun tidak terjadi autokorelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial hanya variabel struktur aktiva yang secara signifikan mempengaruhi terhadap struktur modal namun secara simultan atau bersama-sama ke empat variabel memberikan pengaruh signifikan terhadap struktur modal. 6. Manajemen Laba Di sekitar Penawaran Harga Saham Perdana ( Initial Public Offering / IPO) Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Oleh : Handoko A. Hastoro dan Anatias Yuliana Staf pengajar dan mahasiswi FE Universitas Janabadra Penelitian ini menguji penerapan manajemen laba yang dilakukan perusahaan terutama pada periode sekitar Initial Public Offering (IPO), dan menguji pengaruh manajemen laba terhadap ukuran perusahaan dan kinerja operasional perusahaan. Sampel yang diteliti berasal dari perusahaan manufaktur yang melakukan IPO pada kurun waktu antara tahun 2000-2008 dengan kriteria tertentu. Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian yang telah dilakukan oleh Setiawati (2002), Saiful (2002), dan Praditya (2008). Perbedaan dari penelitian sebelumnya adalah pada periode dan sampel penelitian yang digunakan. Penelitian ini menggunakan periode pengamatan 1 tahun sebelum dan setelah IPO. Penelitian ini juga menggunakan variabel ukuran perusahaan yang dilihat dari total asset dan variabel kinerja perusahaan menggunakan rasio OA (Return On Asset). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen laba sangatlah penting terutama pada periode sebelum IPO. Ukuran perusahaan tidak berpengaruh secara signifikan sedangkan kinerja operasional terbukti berpengaruh 7. Ketahanan Pangan Nasional Dan Teori ”Population Trap” Oleh : Agnes Ratih Ari Indrayani Staf pengajar FE Universitas Janabadra Pengertian Konsep ketahanan pangan lebih luas dibandingkan dengan konsep swasembada pangan, yang hanya berorientasi pada aspek fisik kecukupan produksi bahan pangan. Situasi pangan nasional yang dihadapkan pada 3 (tiga) parameter ketahanan pangan, yaitu tingkat aksesabilitas, kestabilan harga komoditas dan tingkat kecukupan (produksi) masih dalam masalah besar. Ketiganya saling berinteraksi, dan usaha mengatasi ketiganya harus secara simultan. Ketidakseimbangan yang terjadi antara supply dan demand memunculkan kekhawatiran terbuktinya prediksi Thomas Robert Malthus (1766-1834) dalam teorinya “Population Trap”. . 8. Pengaruh Struktur Aktiva, Tingkat Pertumbuhan Penjualan Dan Return On Assets Terhadap Struktur Modal Pada Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek Jakarta Oleh : Meyulinda Aviana Elim dan Yusfarita Staf pengajar dan mahasiswi FE Universitas Janabadra Penelitian ini bertujuan menguji dan mendapatkan bukti empiris untuk mengetahui apakah struktur aktiva, tingkat pertumbuhan penjualan, dan return on assets berpengaruh secara signifikan terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Jakarta tahun 2007. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur aktiva dan return on assets tidak terbukti mempengaruhi struktur modal pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Jakarta, sedangkan tingkat pertumbuhan penjualan terbukti mempengaruhi struktur modal pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Jakarta.
Pengelola : Dra.Kusmaryati D.Rahayu, Dipl.Kff
» http://kdrahayu@yahoo.co.id
Kontak : Eni Andari, SE, M.Si
Fakultas Ekonomi Universitas Janabadra Yogyakarta
JL. Tentara Rakyat Mataram 55-57 Yogyakarta 55231
» Tel / fax : 0274-552209 / 0274-552209
» eniandari [AT] yahoo.com
» Sampul depan [ 21.466 bita ]
Penerbit : Fakultas Ekonomi Universitas Janabadra Yogyakarta
» http://efektif_feujb@yahoo.co.id
Frekwensi terbitan : 2 tahunan
Nomor ISSN : 2087-1872

» URL pendek : http://u.lipi.go.id/1280758386
» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi melalui Facebook
» berbagi melalui Twitter
» markah halaman ini

2949 kali diakses »
423 kali dicetak »
0 kali dikirim »

Dikelola oleh PDII dan TGJ LIPI Hak Cipta © 2007-2014 LIPI