Sabtu, 25 November 2017         PDII LIPI       LIPI       Halaman Depan »

» ISSN ONLINE kontak kami »

Nomor ISSN yang telah diterbitkan :

» Kata kunci : tahun permohonan  
Pisahkan kata kunci dengan spasi. Untuk melihat daftar ISSN lengkap, klik tombol CARI tanpa menuliskan kata kunci apapun... halaman sebelumnya »

Nomor ID : 1398781337
Tanggal permohonan : Selasa, 29 April 2014
Nama terbitan : Jurnal Perencanan Wilayah (Regional Planning Journal)
Sinopsis : Penelitian berjudul Analisis Interaksi Arus Orientasi Barang Antar Kecamatan Pada Satuan Wilayah Pembangunan (SWP) II Kabupaten Muna menunjukkan hasil bahwa arus orientasi pedagang baik pedagang grosir maupun pengumpul menggambarkan terjadi persaingan dominasi antara Kecamatan Tiworo Kepulauan dan Kecamatan Tiworo Tengah. Penelitian yang berjudul Pengaruh Pemekaran Wilayah Terhadap Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik (Studi Kasus di Kecamatan Kabangka Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara) menunjukkan hasil kondisi pelayanan publik sebelum pemekaran yang mencakup kedisiplinan, kesopanan dan keramahan, kenyamanan dan tanggung jawab adalah kategori sedang. Pelayanan kemudahan akses keamanan, kejelasan dan akurasi, kelengkapan sarana dan prasarana serta pelayanan kepastian waktu, kesederhanaan masuk kategori rendah sebelum pemekaran wilayah Kecamatan Kabangka. Setelah kecamatan dimekarkan, pelayanan publik yang mencakup kesederhanaan, kedisiplinan, kesopanan, keramahan dan kenyamanan, kepastian waktu, tanggung jawab, kelengkapan sarana dan prasarana adalah kategori sangat tinggi (sangat baik). Pelayanan publik yang mencakup akurasi dan keamanan adalah kategori tinggi (baik). Fasilitas pendidikan TK, SD, dan SLTA per 1.000 penduduk setelah pemekaran terjadi peningkatan fasilitas pendidikan terkecuali SMP (tetap). Sedangkan ketersediaan fasilitas kesehatan baik sebelum maupun setelah pemekaran ketersediaanya masih relative tetap. Penelitian yang berjudul Strategi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Pengembangan Kecamatan (PPK) Di Kecamatan Samaturu Kabupaten Kolaka menunjukkan hasil tingkat keberdayaan masyarakat Kecamatan Samaturu masih kurang berdaya (62,89) setelah adanya Program Pengembangan Kecamatan, variabel kepribadian, variabel sistem sosial dan variabel ekonomi secara bersama–sama mempunyai pengaruh terhadap pemberdayaan masyarakat pada PPK di Kecamatan Samaturu, Faktor ekonomi berpengaruh nyata terhadap keberdayaan masyarakat Kecamatan Samaturu. Sedangkan faktor kepribadian dan faktor sistem sosial berpengaruh tidak nyata. Penelitian berjudul Analisis Perkembangan Bagian Wilayah Kota (BWK) V Kota Kendari menunjukkan hasil penyediaan sarana sosial ekonomi di Kecamatan Poasia hingga sepuluh tahun mendatang sebanyak 61 unit. Kebutuhan lahan pengembangan sebesar 96,48 ha yang terdiri dari penambahan sarana pendidikan sebanyak 10 unit, sarana kesehatan sebanyak 7 unit, sarana peribadatan sebanyak 2 unit, sarana bina sosial sebanyak 3 unit, sarana rekreasi sebanyak 4 unit, sarana pelayanan masyarakat sebanyak 3 unit, dan sarana perdagangan sebanyak 32 unit. Prasarana permukiman di Kecamatan Poasia tahun 2020 meliputi peningkatan pelayanan prasarana yang terdiri prasarana air bersih sebesar 4.811.796 liter/hari yang mencakup kebutuhan rumah tangga, kran umum dan non domestik; prasarana listrik sebesar 9.833 Kw mencakup kebutuhan perumahan, non domestik dan pelayanan sosial berupa prasarana telepon yang mencakup kebutuhan perumahan, non domestik dan telepon umum sebesar 1.392 sambungan. Prasarana persampahan dengan total produksi mencapai 24,20 m 3/hari membutuhkan sarana persampahan untuk melayani produksi sampah yakni Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sebanyak 15 unit, gerobak sampah sebanyak 18 unit, tong sampah sebanyak 1.383 unit, truk sampah sebanyak 3 unit/hari dan prasarana air limbah dengan total produksi sebesar 1.935.780 liter/hari dengan pengelolaan menggunakan system on site system. Penelitian berjudul Dampak Implementasi Program Gerakan Pembangunan Masyarakat Sejahtera Terhadap Perkembangan Sosial Ekonomi Di Kecamatan Mowewe Kabupaten Kolaka menunjukkan hasil berdampak positif terhadap pendapatan masyarakat miskin di Kecamatan Mowewe, berdampak positif terhadap pendidikan, dan berdampak positif terhadap kesehatan masyarakat. Penelitian berjudul Analisis Hubungan Partisipasi Masyarakat Dalam Pendekatan Perencanaan Dari Bawah Terhadap Keberhasilan Pembangunan Tingkat Kelurahan/Desa Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan menunjukkan hasil tingkat partisipasi masyarakat dalam proses dan mekanisme perencanaan menunjukan aktif. Penelitian berjudul Perwilayahan Komoditas Unggulan Dalam Mendukung Pengembangan Wilayah Kabupaten Bombana menunjukkan hasil komoditas ungulan di Kecamatan Poleang Timur, Rumbia, Rarowatu Utara, Poleang Utara, Rumbia Tengah dan Lantari Jaya; 2) Jagung unggulan di Kecamatan Rarowatu, Kabaena Utara, Mataoleo, Poleang Utara dan Poleang Tenggara; 3) Ubi kayu ungulan di Kecamatan Rarowatu, Kabaena Utara, Mataoleo dan Poleang Tenggara; 4) Kedelai unggulan di Kecamatan Poleang Timur, Poleang Tenggara dan Lantari Jaya; 5) Aren/enau unggulan di Kecamatan Kabaena Timur, Kabaena, Kabaena Utara, Kabaena Barat dan Kabaena Tengah; 6) Jambu mete unggulan di Kecamatan Kabaena Timur, Kabaena, Kabaena Utara, Kabaena Selatan, Kabaena Barat dan Kabaena Tengah; 7) Kakao unggulan di Kecamatan Poleang Selatan, Matausu, Tontonunu dan Poleang Tengah; 8) Kelapa unggulan di Kecamatan Kabaena Timur, Poleang, Poleang Barat, Kabaena Tengah dan Poleang Selatan; 9) Lada unggulan di Kecamatan Kabaena, Kabaena Selatan, Kabaena Barat, Kabaena Tengah, Tontonunu dan Poleang Tengah. Dengan nilai pengganda pertumbuhan masing-masing komoditas dalam memberikan kontribusi terhadap pendapatan atau Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) wilayah Kabupaten Bombana yaitu komoditas padi sebesar Rp 70.873,05 juta, jagung sebesar Rp 2.495,53 juta, ubi kayu sebesar Rp 3.493,74 juta dan Kedelai sebesar Rp 499,11 juta atau total subsector tanaman pangan sebesar Rp 77.361,43 juta. Selanjutnya komoditas aren/enau sebesar Rp 5.989,27 juta, jambu mete sebesar Rp 83.849,80 juta, kakao sebesar Rp 90.837,29 juta, kelapa sebesar Rp 33.939,21 juta dan lada sebesar Rp 499,11 juta atau total subsektor tanaman perkebunan sebesar Rp 215.114,68 juta. Penelitian berjudul Analisis Fungsi Pelayanan Pusat Kecamatan Pada Satuan Wilayah Pembangunan (SWP) Di Kabupaten Bombana menunjukkan hasil Kecamatan Poleang (Boepinang) berada pada hierarkhi I (bobot fungsi 62 persen), Kecamatan Kasipute dan Dongkala berada pada hirarkhi II (bobot fungsi 60 persen) sedangkan Kecamatan Poleang Timur Lantari Jaya dan Teomokole berada pada hirarkhi III, IV dan V (bobot fungsi 42 persen, 32 persen dan 15 persen). Berdasarkan distribusi fungsi tersebut maka secara keseluruhan tidak terdapat dominasi fungsi suatu kecamatan terhadap kecamatan lain, karena bobot fungsi yang dimiliki oleh kecamatan yang berada pada hirarkhi pertama bobotnya dibawah 95 persen, sedangkan bobot fungsi kecamatan yang berada pada hirarkhi II yang besarnya diatas 50 persen. Kecamatan Kasipute secara relatif hanya berinteraksi dengan sejumlah dua kecamatan saja yaitu Kecamatan Bambaea dan Lantari Jaya, demikian pula Kecamatan Bambaea secara relatif hanya berinteraksi dengan Kecamatan Kasipute dan Boeapinang. Kecamatan Boepinang dan Lantari Jaya secara relatif hanya berinteraksi dengan sejumlah satu kecamatan saja, sementara Kecamatan Dongkala dan Teomokole sama sekali tidak terjadi interaksi secara geografis dengan kecamatan-kecamatan yang ada di Kabupaten Bombana. Penelitian berjudul Kajian Hierarki Fungsi Pelayanan Dan Interaksi Antar Pusat Satuan Wilayah Pengembangan Di Kabupaten Bombana menunjukkan hasil Kecamatan Rumbia sebagai pusat orientasi pelayanan ekonomi bagi daerah hinterlandnya memerlukan fasilitas pelayanan ekonomi yang dapat memicu distribusi barang dan jasa dari dan ke berbagai wilayah di Kabupaten Bombana serta kemudahan untuk menikmati pendapatan yang diperoleh seperti kemudahan untuk menikmati fasilitas rekreasi, kemudahan untuk membelanjakan pendapatannya dan sebagainya untuk mengarahkan tata jenjang pemukiman sebagaimana yang telah ditetapkan pada struktur tata ruang Kabupaten Bombana dan menciptakan keterkaitan fungsional antar Kecamatan Rumbia dengan wilayah pengaruhnya yang tercermin dari pola arus distribusi barang baik barang hasil pertanian sebagai input bagi industri maupun barang. Penelitian berjudul Analisis Ketersediaan Sarana Sosial Ekonomi Dan Prasarana Permukiman Di Kecamatan Poasia kota Kendari menunjukkan hasil pola penyebaran dan distribusi penduduk belum merata penempatannya dan masih terkonsentrasi pada pusat-pusat pelayanan sosial ekonomi terdekat. Pendistribusian penduduk secara merata dan seimbang ke seluruh wilayah Kecamatan Poasia sehingga diharapkan pula adanya keseimbangan ketersediaan sarana sosial ekonomi sebagai penunjang perumahan/pemukiman khususnya di Kelurahan Angooeya dan Kelurahan Matabubu.
Pengelola : Program Studi Perencanaan dan Pengembangan Wilayah Pascasarjan Universitas Halu Oleo Kendari
Kontak : M, Tufaila Hemon
Kampus Abdullah Silondae Universitas Halu Oleo, jln. Mayjen S. Parman Kemaraya
» Tel / fax : 081342643205 /
» Sampul depan [ 726.042 bita ]
Penerbit : Program Studi Perencanaan dan Pengembangan Wilayah Pascasarjan Universitas Halu Oleo Kendari
Frekwensi terbitan : 2 tahunan
Nomor ISSN : 2356-0606 (media cetak)
Keterangan : » SK no. 0005.101/JI.3.2/SK.ISSN/2014.06 (mulai edisi Vol. 1, Juni 2014)

» URL pendek : http://u.lipi.go.id/1398781337
» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi melalui Facebook
» berbagi melalui Twitter
» markah halaman ini

930 kali diakses »
134 kali dicetak »
0 kali dikirim »

Dikelola oleh PDII dan TGJ LIPI Hak Cipta © 2007-2017 LIPI