Senin, 25 September 2017         PDII LIPI       LIPI       Halaman Depan »

» ISSN ONLINE kontak kami »

Nomor ISSN yang telah diterbitkan :

» Kata kunci : tahun permohonan  
Pisahkan kata kunci dengan spasi. Untuk melihat daftar ISSN lengkap, klik tombol CARI tanpa menuliskan kata kunci apapun... halaman sebelumnya »

Nomor ID : 1499073129
Tanggal permohonan : Senin, 3 Juli 2017
Nama terbitan : Prosiding Seminar Nasional dan Kongres APPS
Sinopsis : Pendidikan Sejarah dalam Pembentukan Karakter Bangsa di Masa Depan. Pendidikan sejarah merupakan proses enkulturasi dalam rangka national building, dan proses pelembagaan nilai-nilai positif, seperti nilai-nilai warisan leluhur, nilai-nilai heroisme dan nasionalisme, nilai-nilai masyarakat industri, maupun nilai-nilai ideologi bangsa (Kartodirdjo, 1999:33). Nilai-nilai tersebut diharapkan berkembang pada tingkat individu maupun kolektif bangsa yang tercermin dalam etos budaya bangsa. Beberapa sejarawan terkemuka seperti Cicero (Leucey, 1984:15) menyatakan bahwa sejarah adalah "cahaya kebenaran, saksi waktu, guru kehidupan, historia magistra vitae". Kartodirdjo (1992:21) juga menjelaskan bahwa sejarah mempunyai pengaruh higienis terhadap jiwa kita karena membebaskan dari sifat yang percaya belaka. Pendidikan sejarah dalam era globalisasi sekarang ini, sangat diperlukan agar bangsa Indonesia memiliki kepribadian bangsa dan kesadaran sejarah yang kuat serta dapat terlibat aktif dalam globalisasi tanpa tergilas oleh unsur-unsur luar. Kesadaran sejarah merupakan bentuk "rasa hayat historis" (Soedjatmoko, 1992:56). Pendidikan sejarah memiliki posisi penting agar suatu bangsa memiliki pemahaman yang kuat tentang sejarah dan keberadaan suatu bangsa. Bagaimanapun kini disadari bahwa globalisasi yang melanda negara-negara di dunia bukanlah proses yang bebas nilai. Negara-bangsa yang tidak siap dalam menghadapi proses globalisasi ini jelas akan tercerabut dari akar budaya asal, karakter dan jati dirinya sebagai bangsa. Internasionalisasi pendidikan, termasuk bahasa, jika tidak dicermati secara waras akan menjebak bangsa ini dalam pusaran arus globalisasi yang dahsyat tersebut. Jika akhir-akhir ini pemerintah tengah menggodok kebijakan baru tentang pentingnya “pendidikan karakter” maka kita harus menyambutnya dengan baik. Kita tidak ingin bangsa ini tidak memiliki karakter dan jati diri yang jelas. Kita ingin agar proses pendidikan anak-anak kita, termasuk dalam pendidikan sejarah, lebih bercorak “Indonesia-sentris”, sebuah paradigma yang menempatkan bangsa Indonesia sebagai pelaku utama yang bebas, kreatif, mandiri, memiliki karakter dan jati diri dalam kehidupan dan pergaulan antarbangsa di dunia. Dalam konteks tantangan global dan pendidikan karakter, pendidikan sejarah memiliki arti yang sangat penting bagi pembentukan karakter bangsa. Sebuah bangsa akan menjadi kuat apabila warga masyarakatnya, memiliki pengetahuan dan wawasan yang mendalam tentang kebangsaan. Pembentukan karakter bangsa ini dapat dilakukan dengan memberikan wawasan dan penanaman nilai sejarah bangsanya melalui mata pelajaran sejarah yang diberikan di sekolah. Dengan demikian mata pelajaran sejarah memiliki arti yang sangat strategis sebagai bagian dari pendidikan kebangsaan. Orientasi pendidikan sejarah sebagai pendidikan kebangsaan ternyata telah mendorong pendidik sejarah dan peneliti sejarah untuk menghadirkan sejarah yang sangat sentralistik. Hal ini tanpa disadari telah mengaburkan realitas-realitas kebangsaan di tingkat lokal. Akibatnya karakter bangsa yang memiliki kesadaran dan wawasan kebangsaan tidak memiliki akar yang kuat di tingkat lokal, sehingga akan memicu terjadinya disintegrasi bangsa. Di Sumatera Utara, pembentukan karakter bangsa di awali dengan munculnya kesadaran etnik. Kesadaran orang-orang Melayu dan orang Batak sebagai bagian dari bangsa Indonesia berawal dari kesadaran mereka sebagai satu kelompok etnik. Begitu juga dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Identitas kebangsaan bertransformasi dari identitas etnik. Oleh karena itu, pemahaman terhadap kebangsaan membutuhkan pendekatan sejarah lokal, sehingga anak didik akan memahami bagaimana proses terjadinya bangsa mulai dari tumbuh, berkembang hingga membentuk menjadi sebuah negara bangsa. Pemahaman terhadap perjalanan sejarah daerah/lokal dan bangsanya, memberikan pemahaman dan kesadaran kepada anak didik tentang hubungan identitas diri dan kebangsaannya, sekaligus sebagian dari upaya untuk memahami masa depannya. Dengan demikian, pendidikan sejarah memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan masa depan. Pendidik dan peneliti sejarah, serta negara bertanggung jawab untuk mengkonstruksi dan merekonstruksi pendidikan sejarah demi kemajuan bangsa. Dalam materi-materi pembelajaran sejarah yang merupakan hasil penelitian para peneliti sejarah dan kemudian diajarkan oleh para pendidik sejarah akan tampak bagaimana kelompok-kelompok di dalam masyarakat membangun dan menciptakan perubahan agar menjadi bangsa yang maju. Dalam konteks ini, Sumatera Utara adalah salah satu contoh daerah di Indonesia yang mampu maju dan berkembang karena keinginan masyarakatnya yang sangat besar untuk memperoleh pendidikan sejak masa kolonial hingga kemerdekaan. Atas dasar pemikiran ini, Asosiasi Pendidik dan Peneliti Sejarah (APPS) dan Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan akan menyelenggarakan Seminar Nasional dan Kongres Asosiasi Pendidik dan Peneliti Sejarah dengan tema “Pendidikan Sejarah dalam Pembentukan Karakter Bangsa di Masa Depan”.
Pengelola : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan
» http://fis.unimed.ac.id/
Kontak : Dr. Ida Liana Tanjung, M.Hum
Jln. Willem Iskandar PSr. V Kotak Pos No. 1589 - Medan 20221
» Tel / fax : 081376494002 / 0616624002
» Sampul depan [ bita ]
Penerbit : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan
Frekwensi terbitan : 1 tahunan
Nomor ISSN : 2580-7560 (media cetak)
Keterangan : » Kategori pendidikan
» SK no. 0005.25807560/JI.3.1/SK.ISSN/2017.07 - 8 Juli 2017 (mulai edisi Vol. 1, Juli 2017)

» URL pendek : http://u.lipi.go.id/1499073129
» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi melalui Facebook
» berbagi melalui Twitter
» markah halaman ini

5863 kali diakses »
0 kali dicetak »
0 kali dikirim »

Dikelola oleh PDII dan TGJ LIPI Hak Cipta © 2007-2017 LIPI